Entahlah mungkin ini yang dinamakan mestakung,
Aku tak berpikir ini cuma sekedar takdir,
Masa lalu hendaknya memang dibuang,
Apalagi yang tak mengenakan seperti itu,
Meski kadang merasa salah tempat, salah mendengar, salah melihat,
Tapi selalu ada hikmah dari setiap ‘keajaiban’ itu,
Katanya tak ada yang layak untuk disesali,
Sekalipun harapan tak ada lagi,
Katanya rencanaku bukan rencana-Nya,
Meskipun baik tapi rencana-Nya selalu yang terbaik,
Ada waktunya untuk tertawa bersama, ada pula waktu untuk menangis bersama,
Tapi kini yang aku tahu semua sendiri,
Kebersamaan itu sirna seperti senja yang menghilang perlahan di balik awan,
Seperti bulan yang redup ditelan awan mendung,
Sekarang aku memang tak tahu pasti,
Tapi nanti ya, suatu hari nanti mungkin saya (kita) akan lebih mengerti.
Tiara
Ps: buanglah ‘masa lalu’ mu pada tempatnya
Posted with WordPress for BlackBerry.